Berikut ini peluang-peluang yang bisa Anda masuki sebagai mata pencaharian di industri penulisan, khususnya di Indonesia.
1. Penulis buku non-fiksi. Penulis buku akan mendapatkan penghasilan dari royalti buku dari penerbit, jual putus naskah dari penerbit, atau yang lebih menggiurkan lagi yaitu menjadi penulis pendamping (co-writer) dan penulis bayangan (ghost writer). Bayaran untuk penulis pendamping dan penulis bayangan, cukup menggiurkan tergantung kualitas Anda. Di Indonesia, kisarannya mulai dari Rp 10 juta sampai Rp 300 juta perbuku. Kalau mau bisnis bidang penulisan, maka jasa naskah untuk penerbit, co-writer dan ghost writer cukup menjanjikan.
2. Penulis novel. Penulis novel biasanya mendapatkan royalti dari penerbit. Makin rajin menulis novel makin besar peluang untuk mendapatkan royalti. Syukur-syukur jika salah satu atau seluruh novelnya menjadi bestseller. Satu novel dengan penjualan standar antara 5.000 – 10.000 eksemplar kira-kira menghasilkan pemasukan buat penulisnya pada kisaran angka Rp 5juta – Rp20juta per buku (tergantung harga jual).
3. Penulis cerpen. Penulis cerpen mendapatkan pemasukan dari buku dan media cetak. Buku kumpulan cerpen meski kalah pamor dibanding novel, tetap diminati pembaca. Sedangkan pemasukan dari media cetak, berasal dari pemuatan cerpen oleh sejumlah media cetak yang memiliki rubrik cerpan pada setiap akhir pekan. Satu cerpen dihargai antara Rp 200ribu – Rp1.000.000 (tergantung kebijakan media cetaknya). Anda harus rajin menulis cerpen dan mengirimkannya ke media cetak di seluruh Indonesia jika ingin menerima pemasukan rutin setiap hari/bulan.
4. Penulis artikel. Penulis artikel (khususnya artikel opini) mendapatkan pemasukan dari media cetak/media online yang memuat artikel-artikelnya. Penulis artikel lebih punya peluang dibanding penulis cerpen di media cetak, karena media cetak menyediakan halaman setiap hari untuk artikel dan hanya akhir pekan untuk cerpen. Sebuah artikel dihargai Rp 200.000 – Rp 3.000.000 (tergantung kebijakan masing-masing media). Sekarang peluang penulis artikel bertambah dengan makin maraknya media internet. Bahkan ada website tertentu yang menggunakan sistem akumulasi poin untuk penghargaan kepada penulisnya. Jumlah poin tertentu harus dicapai untuk menghasilkan rupiah.
5. Penulis puisi. Penulis puisi mendapatkan pemasukan dari puisi-puisi yang dibukukan atau diterbitkan oleh media cetak. Dibanding novel dan cerpen, buku puisi memang kalah pamor dan rata-rata kalah dalam jumlah penjualan. Begitu pula peluang di media cetak, karena rubrik puisi relatif jarang. Namun, jika Anda rajin dan punya kualitas, profesi penulis puisi tetap menjanjikan.
6. Penulis medsos. Hadirnya media sosial memberikan warna baru dalam industri penulisan di Indonesia. Peluang-peluang baru bermunculan. Saat ini banyak pihak yang rela membayar orang lain untuk mengisi medsosnya baik twitter, facebook atau medsos lainnya secara rutin setiap hari. Biasanya mereka yang berprofesi sebagai publik figur baik artis, pejabat maupun politisi.
7. Penulis Perjalanan. Profesi yang baru hadir belakangan di Indonesia. Mereka biasanya freelancer yang menjual tulisannya kepada pihak lain, baik penerbit maupun media massa. Selain itu, kisah-kisah perjalanan mereka juga seringkali menjadi buku yang laris sehingga memberikan royalti lumayan buat penulisnya. Penulis perjalanan akan lebih mumpuni jika disertai dengan kemampuan fotografi yang memadai.
8. Penulis Biografi. Sebenarnya profesi ini termasuk ke dalam penulis buku, namun belakangan makin spesifik karena hanya menggarap buku-buku biografi baik tokoh publik maupun non publik. Banyak orang dari berbagai kalangan, ingin memiliki buku biografi dan penulis jenis inilah yang memanfaatkan peluang tersebut. Kisaran biaya penulisan beragam mulai dari yang minim senilai Rp 25.000.000 sampai kelas jumbo senilai Rp 200 juta atau lebih per proyek buku. Menggiurkan bukan?
9. Penulis pidato. Ada ya penulis pidato? Oo ada. Meski jumlahnya tidak sebanyak profesi penulis yang lainnya. Sebagian lagi profesi ini disambi dengan pekerjaan lain. Profesor Yusril Ihza salah satu contoh penulis pidato, meski profesi utamanya bukan itu. Yang dituliskan pidatonya juga bukan sembarangan melainkan seorang presiden yaitu Soeharto. Presiden, gubernur, walikota dan pejabat tinggi publik lainnya biasanya memiliki penulis pidato masing-masing. Berapa penghasilan mereka? Tergantung kelasnya. Kalau sekelas Yusril, tentu penghasilan sekali menulis pidato, bisa jadi lebih besar daripada gaji seorang manajer!
10. Penulis iklan. Jangan lupakan profesi yang satu ini, meski biasanya melekat pada seseorang yang bekerja di biro iklan. Mereka dibayar berdasarkan iklan yang tayang. Yang paling menantang dari penulis iklan adalah menciptakan tagline yang mudah diingat orang. Berapa penghasilan mereka? Secara umum, penghasilan orang iklan (termasuk penulis naskah) lebih besar dibanding penghasilan para penulis di bidang lain.
11. Penulis naskah lagu. Profesi yang satu ini sudah ada sejak lama. Biasanya penulis lirik lagu juga menguasai musik, meski tidak harus demikian. Pada sejumlah lagu Bimbo misalnya, liriknya ditulis oleh sejumlah sastrawan atau penyair. Tapi musiknya dibikin oleh Bimbo sendiri. Akan lebih lengkap memang, jika penulis naskah lagu sekaligus mahir membuat musiknya. Dia adalah pencipta lagu.
12. Jurnalis. Salah satu profesi penulis yang paling tua di kolong langit. Ada jurnalis yang bekerja tetap di sebuah perusahaan media massa, ada pula jurnalis yang bekerja parttime atau bahkan freelance.
13. Penulis running text di TV. Profesi yang baru muncul belakangan setelah makin banyaknya jumlah stasiun televisi. Nyaris semua stasiun televisi baik tv berita maupun hiburan, tv nasional maupun lokal, memiliki program running text yaitu informasi terbaru singkat satu kalimat yang muncul bergerak dari kanan ke kiri di layar tv bagian bawah.
14. Pelatih di bidang penulisan. Semakin maju peradaban dan tingkat intelektual sebuah bangsa, maka semakin besar kebutuhan akan tulisan. Setiap orang akan berlomba-lomba meningkatkan kualitas tulisannya dan menciptakan sebanyak mungkin karya tulis. Sebuah peluang besar bagi praktisi penulisan untuk terjun sebagai pelatihan bidang penulisan.
15. Penulis skenario. Inilah profesi di industri penulisan yang tidak kalah menggiurkan, terutama penulis skenario sinetron. Apalagi, dalam hampir dua dekade terakhir sinetron di Indonesia bersifat stripping alias tayang setiap hari. Skenario sinetron stripping dihargai mulai Rp5 juta sampai Rp10 juta per episode. Selain sinetron stripping juga ada sinetron lepasan dalam bentuk FTV atau film televisi. Meski lepasan, namun hampir setiap hari pula kita melihat sinetron jenis ini tayang di televisi. Oh ya, jangan lupakan penulis skenario film layar lebar. Meski tidak seheboh penghasilan sinetron stripping, tapi menjanjikan popularitas dan personal brand yang kuat.
16. Jadi penerbit buku. Yang ini agak spesial. Perlu jiwa entrepreneurship yang kuat. Hanya bagi Anda yang memang berkarakter tangguh, suka tantangan, dan berani ambil risiko. Buatlah penerbitan sendiri. Pilihannya sekarang semakin banyak. Tidak hanya menjadi seperti penerbitan besar ala Gramedia, Erlangga, atau Mizan. Skala kecil bahkan mikro pun bisa berkat hadirnya teknologi komunikasi yang semakin canggih. Bisa menjadi penerbit buku elektronik yang dijual via Google atau Amazon. Modalnya sangat kecil. Bisa juga menjadi penerbit eceran secara online seperti nulisbuku.com. Semakin banyak pilihan dan peluang.
Masih adakah profesi dan peluang lain di bidang penulisan? Silakan tambahkan.