Tanyakan kepada semua penulis pemula dan seluruh calon penulis.

“Apakah menulis artikel itu mudah?”

Pasti jawabannya sama: “Tidak mudah.”

Butuh praktik yang kerap.

Perlu pengetahuan yang meluap.

Dan teknik yang tepat.

Buku ini saya susun berdasarkan pengalaman menulis sejak 1994, ketika memulai belajar menulis artikel di Jurusan Komunikasi FISIP Universitas Indonesia. Pada 1996, artikel saya dimuat di harian Republika. Tentang sepakbola. Bukan hanya sekali dua kali, tapi sampai lebih dari 50 kali selama kurun waktu 1996-1998. Semuanya tentang sepakbola dan olahraga. Teori menulis yang diajarkan di kampus, disesuaikan dengan kaidah penulisan yang berlaku di media nasional, Republika. Saat itu.

Kemampuan menulis artikel saya makin meningkat setelah hijrah ke media radio, pada 1998. Ternyata, teknik menulis di radio sungguh berbeda. Bukan lagi bahasa tulisan dan bahasa media cetak, tapi bahasa lisan. Bahasa sehari-hari. Perlu waktu cukup lama untuk mendalami dan kemudian menguasai teknik menulis untuk telinga. Yang kemudian saya sadari sangat bermenfaat untuk penulisan artikel populer. Bahkan juga bermanfaat untuk penulisan artikel media apa pun.  

Setelah di radio itu, saya sungguh memahami perbedaan mendasar antara pembaca satu dan pembaca laiinnya. Mereka berbeda. Dan kita sebagai penulis wajib memahami perbedaan tersebut, sehingga mampu menyajikan tulisan sesuai dengan karakter pembaca.

Saya juga menguasai teknik menulis untuk media televisi. Yang lagi-lagi berbeda dengan penulisan di media cetak dan media radio. Hal yang semakin memperkaya saya dalam menyajikan tulisan berupa artikel. Variasi gaya penulisan artikel sungguh melimpah. Anda juga dapat menemukan sendiri gaya Anda. Namun, harus diingat bahwa gaya itu harus sesuai dengan karakter pembaca Anda. Bukan karakter Anda. Kecuali, Anda orang hebat dan terkenal.

Era infeormasi yang terus berubah dan bergerak dinamis membuat gaya penulisan artikel pun harus menyesuaikan diri. Pada beberapa aspeknya. Hadirnya internet, media internet, portal berita, dan kemudian media sosial, membuat dinamika bergerak sedemikian cepat. Penulisan artikel pun berubah. Meski tidak drastis dan fondasinya tetap sama, namun kita harus menyesuaikan diri. Penulis yang tidak dapat menyesuaikan diri, kemungkinan besar akan tenggelam dalam hiruk pikuk dunia maya.

Sungguh, saya sangat beruntung mendapatkan ilmu dan pengetahuan tentang penulisan artikel dari beragam sumber. Teori dan praktik. Bertahun-tahun lebih dari dua dekade. Beragam media sudah dijalani. Hasilnya, terangkum dalam buku ini. Bukan hanya sekadar teori, melainkan kaya dengan teknik dan praktik yang mudah diterapkan.

Selamat membaca dan mempraktikkan!

Dodi Mawardi © 2019