Materi dalam bentuk apa pun bisa digubah menjadi buku. Apa pun tanpa terkecuali. Kejadian, benda diam, percakapan, imajinasi, kemungkinan, ketidakmungkinan, apa pun, bisa jadi buku. Apalagi seminar, yang di dalamnya biasanya sudah tersaji materi tertulis dalam bentuk powerpoint (ppt). Ppt yang baik adalah yang hanya berisi inti dari materi. Penjelasan panjang lebarnya muncul dalam bentuk lisan dari si empunya ppt, selama seminar berlangsung.

Dalam perjalanan karier saya lebih dari 15 tahun di industri menulis, sudah beberapa kali menggubah materi seminar menjadi naskah buku. Baik seminar sendiri maupun materi milik orang lain dalam hal ini klien yang mempercayakan proses tersebut kepada saya. Pada kesempatan ini, sekaligus berterima kasih kepada mereka, karena sudah berpartisipasi dalam mengebulkan dapur keluarga saya.

Salah satu yang berkesan adalah penggarapan materi Joe Hartanto Real Estate Investor (JREI) Workshop, sekira 10 tahun silam. Dalam konteks ini, saya menyetarakan workshop (lokakarya), pelatihan, dll., dengan seminar. Menjadi penulis itu tidak jarang mengalami keberuntungan yang tak diduga-duga. Workshop JREI itu masuk kategori premium. Untuk mengikutinya, setiap peserta harus merogok kocek sekitar Rp4 juta. Durasi 2 hari. Namun, karena materinya daging semua, jumlah peserta yang ikut selalu membludak.

“Tapi kami masih harus terus meningkatkan kualitas workshop,” begitu kira-kira ucapan Joe Hartanto ketika meminta saya membantu mengubah materi seminar menjadi buku. Ia sudah memiliki jalinan kerja sama penerbitan dengan Gramedia Group. “Buku siap mereka terbitkan,” tambahnya. Bagaimana prosesnya?

Saya jelaskan bahwa sebagai penulis saya harus mengikuti seminarnya, agar mampu menerjemahkan seluruh materi menjadi naskah buku. Kami pun sepakat. Tentu setelah urusan honor jasa penulisan juga disepakati. “Seminar berikutnya yang terdekat, akan kita selenggarakan di Bali,’ katanya. Sungguh, saya beruntung. Mendapatkan pekerjaan menulis, mengikuti seminar tentang investasi properti yang sedang booming, dan lokasinya di Bali pula.

Singkat cerita, selama dua hari konsentrasi penuh saya kerahkan untuk menyerap seluruh materi seminar. Suara pemateri yaitu Joe Hartanto dan sang istri, seluruhnya direkam. Saya mencatat poin-poin inti selama seminar tersebut. Bahkan, saya juga “seolah-olah” menjadi peserta sungguhan seminar. Semua ilmu dalam dua hari seminar tersebut harus benar-benar meresap dalam kepala, sehingga ketika menuliskannya bisa mengalir dengan lancar. Materi ppt menjadi pelengkap.

Workshop ini memang keren. Wajar jika diburu oleh para investor properti atau mereka yang punya minat dalam bisnis properti. Di situ, Joe Hartanto mengajarkan begitu banyak strategi, taktik, tips, dan trik bagaimana memanfaatkan properti sebagai sumber pundi keuangan. Anda boleh memilih menjadi investor jangan pendek, menengah, atau panjang. Boleh juga menjadi pebisnis. Semua dijelaskan secara detail dan gamblang. Sebagai penulis, saya merasa dimudahkan oleh materi yang tersaji, baik dalam bentuk ppt, dan terutama penjelasan lisan pemateri. Benar-benar daging semua. Selain menuliskannya, saya juga membuktikan ilmu tersebut dengan praktik menjadi developer perumahan, tanpa modal sendiri. Berhasil.

Selama seminar berlangsung, saya sudah merancang alur tulisan yang tidak berbeda jauh dengan urutan materi seminar. Setelah seminar selesai, proses penulisan pun lebih mudah dieksekusi. Seluruh bahan – 100% – sudah terkumpul. Syarat mutlak proses penulisan. Sekitar satu bulan, materi seminar selama dua hari itu sudah berubah bentuk menjadi lebih dari 150 halaman calon buku.

Setelah mengalami koreksi dan revisi di sana-sini sebagai suatu proses dalam penebitan, buku tersebut meluncur dengan judul Property Cash Machine. Dia menjadi semacam album musik untuk penyanyi. Buku adalah albumnya para pembicara. Belum lengkap seorang pembicara tanpa buku. Dan hasilnya luar biasa. Buku ini sampai sekarang masih dicetak ulang dan meraih label bestseller bahkan national bestseller. Selamat pak Joe!

Selain materi seminar klien, saya juga menggubah materi seminar atau pelatihan milik sendiri. Salah satunya adalah pelatihan Teknik Menulis Artikel Memikat. Pada awal 2020 lalu, bekerja sama dengan Epigraf, saya menyelenggarakan pelatihan ini secara daring. Alhamdulilah jumlah peserta cukup banyak. Sayang jika materi ini hanya dirasakan oleh peserta pelatihan, sehingga saya menggubahnya menjadi naskah buku. Saat ini, buku tersebut baru tersedia dalam bentuk e-book dan dijual di Google Play – Google Book. Kalau Anda berminat untuk buku versi cetaknya silakan hubungi saya. Meski dalam waktu dekat, saya akan bekerja sama dengan Elex Media Komputindo (Gramedia Group) untuk menerbitkannya.

Tentu menulis materi seminar sendiri lebih mudah, karena seluruh materi sudah ada dalam kepala. Bahan presentasi berupa ppt tetap menjadi dasar awal penulisan. Paling tidak dapat digunakan sebagai patokan alur atau kerangka tulisan (ragangan). Prosesnya tidak terlalu lama. Rekaman pelatihan juga bisa membantu. Dengan teknologi dari Google, rekaman itu bisa dengan mudah diubah menjadi teks. Tinggal diolah kemudian.

Demikianlah proses kreatif menulis buku berdasarkan materi seminar, pelatihan, atau workshop. Berapa pun durasi pelatihan dapat digubah menjadi buku. Apakah satu jam, dua jam, setengah hari, satu hari, atau dua hari. Dalam proses penulisan, kita akan melengkapi materi tersebut sesuai dengan anatomi buku yang diharapkan.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dodi Mawardi © 2019