Kebiasaan Menulis Seperti Merawat Tanaman

—–
Apa yang akan terjadi jika tanaman kesayangan Anda tidak disiram dalam beberapa hari?
Apa pula yang akan terjadi kalau hewan peliharaan Anda tidak diberi makanan selama sekian hari? Hal yang pasti mereka akan sangat menderita.
Atau lebih parah lagi, mereka akan mati baik secara perlahan maupun lebih cepat lagi.

Apabila Anda punya hobi merawat tanaman atau memelihara hewan maka Anda harus menjadi orang yang rajin. Anda rajin menyirami, menyiangi, menghindarkan tanaman dari kotoran, atau dari parasit. Anda rajin memberi makan, memandikan, atau memberikan kasih sayang pada hewan. Semua biasanya dilakukan dengan sangat menyenangkan, bukan keterpaksaan.
Enjoy aja! Begitu kata tagline sebuah iklan.

Puji syukur, bagi kita yang memiliki hobi melakukan sesuatu dengan sangat menyenangkan setiap hari. Salah satunya, menulis. Bagi yang sudah menikmati, rasanya tangan ini gemetaran, hati gatal, dan pikiran tak karuan kalau tidak menulis sehari saja. Jika ada orang lain yang menargetkan menulis 3 artikel atau lebih dalam sehari dapat dipertimbangkan untuk ditiru. Namun demikian, hal yang lebih menarik ketika menulis benar-benar menjadi hobi sekaligus pekerjaan. Kalau menyangkut pekerjaan, mungkin Anda masih bisa ‘dipaksa’. Kalau sudah menyinggung sisi hobinya, tak ada yang bisa memaksanya. Anda akan menulis karena mendapatkan
kesenangan tersendiri.

Bagi yang hobi menulis, merangkai huruf demi huruf dengan menekan tuts komputer sama menariknya dengan hobi yang lain. Buat yang suka merawat tanaman, mungkin bisa disetarakan dengan utak-atik daun dan tangkainya. Bagi yang suka hewan, mungkin sejajar dengan keasyikan bercengkrama bersama hewan peliharaan. Seperti bermain sepakbola maka menekan tuts komputer itu bagaikan Lionel Messi yang meliuk-liuk menghindari hadangan lawan sambil menggiring bola. Begitu mencetak gol, rasanya mirip dengan menyelesaikan sebuah tulisan yang menarik. Puas.

Oleh karenanya, ketika sehari saja tidak menjalankan hobi ini, rasanya Anda akan merasa ‘berdosa’. Seperti halnya dosa mengabaikan tanaman yang tidak disirami oleh air. Bak kesalahan besar tak ketulungan karena lupa memberi makan kucing, hamster, atau anjing peliharaan di rumah. Apalagi bila Anda punya ilmu lain yang harus dibagikan kepada orang lain. Hmmm, rasanya itu adalah dosa paling besar. Ilmu itu harus dibagikan dan salah satu caranya melalui tulisan. Sekali lagi sungguh dosa besar, jika ilmu yang dimiliki ini hanya tersebar kepada segelintir orang. Dengan tulisan, akan lebih banyak orang yang menerima ilmu tersebut.

Apakah Anda ingin menjadikan menulis sebagai sekadar hobi?
Atau malah menjadikannya sebagai penghasilan tambahan?
Atau malah menjadikan hobi ini sebagai pekerjaan utama?
Atau bisa juga sebagai sarana membagi-bagi ilmu dan mendapatkan pahala?

Semua bisa Anda lakukan secara bersamaan. Sekaligus. Coba buktikan dengan memulai satu huruf, lalu berkembang menjadi satu kata. Tak terasa, sudah menjadi satu kalimat, dan beberapa menit kemudian menjadi satu paragraf. Persis seperti menunggui tanaman tumbuh setelah disirami dan dirawat, tulisan pun dalam sebulan bisa ‘berbunga’ menjadi beberapa artikel, dan akhirnya ‘berbuah’ buku. Bisa dinikmati banyak orang. Berpahala pula…

Dikutip dari buku Cara Mudah Menulis Buku Metode 12 Pas, dengan beberapa perubahan.

Author: dodi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *