
Ekosistem literasi dan perbukuan nasional memasuki babak baru dengan diluncurkannya program “Non-Diploma (ND) in Writing”. Program sertifikasi vokasi hasil kolaborasi strategis antara Gramedia Academy dan Makara UI Academy ini resmi memulai kelas perdananya pada Sabtu, 31 Oktober lalu. Kehadiran program ini menjadi oase bagi masyarakat yang ingin merintis karier profesional di dunia penulisan. Kurikulum dalam NDW dirancang khusus agar selasar dengan kebutuhan industri penulisan.
Antusiasme publik terbukti dari terisinya kuota penuh sebanyak 20 peserta pada angkatan pertama. Selama lima bulan ke depan, para peserta akan digembleng melalui format pelatihan terapan. Rinciannya, terdapat 12 kali pertemuan tatap muka di kelas (di kampus UI) untuk menguasai fondasi dan teknik penulisan. Disusul dengan dua bulan pendampingan proyek nyata (magang). Pada fase magang ini, peserta dipacu untuk mengeksekusi teori menjadi sebuah manuskrip utuh yang siap menembus ketatnya persaingan industri.
Di balik kurikulum program ini, ada nama Dodi Mawardi yang bertindak sebagai perumus kurikulum sekaligus koordinator trainer. Praktisi perbukuan nasional ini menyusun kerangka belajar yang komprehensif, mencakup siklus hulu ke hilir. Mulai dari prapenulisan (prewriting), penyusunan draf, penyuntingan mandiri, hingga strategi penawaran naskah (pitching). Bahkan, peserta juga dipacu untuk memilih profesi penulisan apa yang akan digeluti kelak.
Untuk memastikan kualitas dengan standar tinggi, Dodi tidak bekerja sendirian. Ia mengorkestrasi delapan pakar literasi lainnya, sehingga total terdapat sembilan trainer kaliber nasional untuk mendampingi ke-20 peserta. Formasi ini terdiri atas para ahli lintas genre di dunia penulisan dan jurnalistik.

Di jajaran pengajar, terdapat Pepih Nugraha, mantan wartawan senior Kompas, yang dikenal sebagai pelopor jurnalisme warga melalui Kompasiana. Kepiawaiannya dalam jurnalisme naratif tak diragukan lagi. Ada pula Masri Sareb Putra, akademisi, sastrawan angkatan 2000, sekaligus penulis senior yang sudah menerbitkan ratusan judul buku berbobot.
Dari sisi ketepatan kaidah bahasa, hadir Niknik M. Kuntarto, pakar linguistik sekaligus akademisi yang kiprahnya sangat kuat dalam menstandardisasi tata bahasa dan penulisan akademik. Wulan Ayodya, penulis buku laris bidang bisnis dan wirausaha praktis, turut hadir untuk membagikan resep meracik naskah populer yang membumi dan aplikatif.
Barisan pelatih ini juga diperkuat oleh Anang YB., mentor penulisan biografi dan ghostwriter profesional yang malang melintang menangani naskah tokoh-tokoh penting di Indonesia. Epik Finilih, praktisi perbukuan yang sangat memahami anatomi naskah layak terbit, yang kini menjabat sebagai Direktur LSP Penerbit Ilmiah Indonesia. Melengkapi skuad ini, hadir Arif Senjaya dosen bahasa FKIP Untirta (penulis terbaik Perpusnas 2022), dan M. Fajar Marta, wartawan senior Kompas.
Kehadiran sembilan pakar dengan latar belakang spesifik ini memastikan peserta mendapatkan pendampingan holistic. Mulai dari estetika bahasa, ketajaman insting jurnalistik, hingga kelihaian membaca peluang komersial.

Melalui sinergi kuat antara Gramedia Academy dan Makara UI Academy, program “Non-Diploma in Writing” ini diharapkan tidak sekadar mentransfer ilmu teoretis. Lebih jauh, kawah candradimuka ini diproyeksikan untuk mencetak para pahlawan aksara baru yang kompeten, beretika, dan siap meninggikan standar kualitas literatur di Tanah Air.
Program ini akan terus bergulir dan sudah mulai membuka pendaftaran untuk angkatan kedua (lihat IG: Gramedia.Academy)