Teknik Menulis untuk Merespon Keluhan Seorang Raja

“Konsumen adalah raja…”

Begitu kalimat sakti yang sering kita dengar tentang konsumen. Betapa hebatnya konsumen sehingga penjual harus melayaninya bak raja. Bagaimana kalau konsumen mengeluh? Komplain? Yang mengeluh seorang raja lho…

Selama empat hari, 27-30 Juli lalu, saya dipercaya oleh BRIdge, anak perusahaan BRI untuk memandu pelatihan menulis khusus untuk divisi layanan konsumen BRI. Materinya berjudul How to Write an Excellent Response Customer’s Complain (Teknik Menulis Efektif Merespon Komplain Konsumen).

Lebih dari sebulan, saya menyiapkan materi ini. Materi yang sangat khas. Bukan sekadar teknik menulis. Bukan pula sekadar merespon komplain konsumen. Bagaimana meramu tulisan yang pas, untuk merespon komplain konsumen… itulah tantangannya!

Saya kerahkan beragam ilmu pengetahuan untuk melengkapi materi. Tentu saja yang pertama adalah teknik menulis yang sesuai pakem. Standar profesional. Mulai dari tahap-tahap menulis. Teknik menulis itu mudah. Semudah belajar calistung (baca tulis menghitung). Sejam dua jam sebulan dua bulan, bisa langsung praktik. Teknik menulis itu ibarat hardware, sedangkan isinya adalah software.  

Agar peserta dapat menulis respon terhadap keluhan secara efektif, maka mereka harus pula menguasai ilmu bahasa. Bukan sembarang bahasa, melainkan bahasa yang sesuai dengan otak dan hati. Dua hal yang sangat penting, agar tulisan mereka dapat mempengaruhi pikir serta rasa konsumen. Itulah kenapa, saya libatkan ilmu NLP (Neuro-Linguistic Programming), plus sedikit tentang Hypnotic Writing.

Berkomunikasi dengan konsumen secara tertulis, memang beda. Anda tidak bisa ujug-ujug baik kepadanya. Lancar menggunakan kata dan kalimat bijak nan baik hati setulus merpati. Lingkaran energi terdalam diri Anda akan memancar dan ditangkap secara nyata oleh konsumen. Oleh karenanya, gumpalan daging Anda yang bernama hati dan juga otak harus baik terlebih dahulu. Sudah terbiasa berpikir positif dan berperasaan positif, sehingga rutin bersikap, berucap, serta bertindak positif. Dengan demikian, secara refleks dan spontan, Anda akan selalu memancarkan energi positif (rasa dan pikir) dalam merespon keluhan konsumen. Sekelas raja sekalipun keluhannya.

Ilmu komunikasi dan psikologi menjadi pelengkap materi yang dibahas dalam pelatihan ini. Setiap kita wajib menguasai teknik komunikasi dan mengetahui karakter partner komunikasi. Itu kunci-kuncinya, software yang tepat agar hardware-nya optimal.

Sungguh bukan hal yang mudah, merespon keluhan konsumen melalui tulisan. Melibatkan beberapa disiplin ilmu. Kita harus piawai memilih diksi dan energi yang terkandung di dalamnya. Itulah sebabnya, pada setiap pelatihan, saya awali dengan senyuman. Salah satu energi terbaik dalam diri manusia. Agar sang raja juga ikut tersenyum.

“Kalau tak bisa tersenyum, jangan coba-coba merespon keluhan sang raja!”

Author: dodi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *