Belajar Goblok ke London Book Fair 2019

Ada banyak pameran buku yang menarik untuk dikunjungi. Kalau di Indonesia, Anda bisa mengunjungi Indonesia Internasional Book Fair, atau Jakarta Book Fair, atau Indonesia Islamic Book Fair yang baru berlangsung beberapa pekan lalu. Bahkan penerbit terkemuka di negeri ini, Gramedia, tak ketinggalan membuat pameran sendiri yaitu Gramedia Book Fair. Pameran itu biasanya berlangsung selama sepekan, dan rutin dilakukan setiap tahun.

Bagaimana kalau di luar negeri? Wow, tentu saja lebih banyak lagi ya. Yang paling terkenal adalah Frankfurt Book Fair di Jerman. Setiap negara di Eropa, seperti juga di Indonesia, menyelanggarakan banyak pameran buku. Namun, yang menarik perhatian dunia internasional hanya beberapa. Yang paling terkenal ya itu tadi, di Frankfurt Jerman. Setiap tahun, jumlah pesertanya membludak dari seluruh dunia. Bahkan, Frankfurt Book Fair menjadi salah satu barometer industri buku dunia. Mereka disebut sebagai Mekahnya industri buku dunia. Kalah tuh pameran buku di Amerika, atau negara di Eropa lainnya, Jepang atau China.

Nah, kali ini saya mau membahas secara khusus London Book Fair (LBF), yang baru berakhir 15 Maret kemarin. Sebuah pameran buku berskala besar dan internasional, yang kalau level Eropa hanya kalah oleh Frankfurt Book Fair. Pesertanya berasal dari seluruh dunia, termasuk dari Indonesia. Setiap tahun, sejumlah penebit besar Indonesia ikut serta memasarkan beragam judul buku dalam pameran tersebut. Tahun ini, LBF sudah diselenggarakan untuk yang ke-48 kalinya. Tahun berapa tuh pertama kali diselenggarakan?

Tahun lalu, Indonesia menjadi negara Asia Tenggara pertama yang tampil di panggung utama. Tahun ini, Indonesia tetap mendapatkan perhatian khusus dari penyelenggara. Apalagi pemerintah Inggris dan Indonesia juga mendukung penuh. Tidak kurang dari 12 penulis Indonesia tampil di LBF dengan beragam tema. Panitia juga memberikan penghargaan kepada 2 pihak dari Indonesia, yang dianggap memiliki potensi dan prestasi baik di industri buku. Keren kan?

Saya tidak ikut serta ke sana. Walau pun selalu bermimpi untuk ikut serta dalam pameran buku internasional seperti Frankfurt atau London. Tapi salah satu buku karya saya, yaitu Belajar Goblok dari Bob Sadino, ikut berpartisipasi. Ya begitulah kalau penulis. Meski penulisnya tak ikut, karyanya bolehlah menjadi wakil, hehe.

Alhamdulilah, sebuah kebanggaan khusus bisa tampil di sana. Ini adalah buku pertama saya yang ikut dalam pameran internasional. Semoga ke depan ada lagi karya lain yang bisa meramaikan panggung buku dunia.

Belajar Goblok ini memang unik. Sebuah buku berisi pemikiran, ucapan dan tindakan Bob Sadino dalam berbisnis. Buku ini menjadi inspirasi, karena sosok Om Bob memang inspiratif. Sejak diterbitkan pada 2008 lalu, buku ini terus menerus dicetak ulang hingga sekarang. Bahkan buku edisi barunya, yang diterbitkan Elexmedia Komputindo (Gramedia Group) pada Juli 2017, sampai saat ini sudah dicetak ulang sebanyak 6 kali. Respon pembaca masih cukup tinggi terhadap buku ini. Terima kasih yang sebesar-besarnya buat pembaca, penerbit, editor serta toko buku dan tentu saja Kompasiana.

Yang pasti, kehadiran Belajar Goblok di London Book Fair 2019 menjadi penyemangat baru bagi saya untuk terus berkarya mewarnai bangsa ini dengan hal-hal positif. Hanya itulah yang bisa saya lakukan untuk negara, selain menjadi warga negara yang disiplin membayar pajak dan berperilaku baik dengan selalu taat hukum.

Tulisan ini juga dimuat di

https://www.kompasiana.com/penuliskreatif/5c9061b50b531c1c06679442/belajar-goblok-ke-london-book-fair-2019#

Author: dodi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *